Maafkan Aku Nit

08.06’2010

Sekitar pukul 3 sore, aku ke kampus. Tidak untuk kuliah, aku pergi ke basecamp UKM. Terlihat diruangan beberapa teman mempersiapkan kegiatan Lomba Blog Kampus, ada yang browsing, facebook-an dsb. Sedangkan beberapa teman perempuan menata dan menghitung buku, juga kulihat Rusnita.

Tak sempat atau lebih tepatnya tak ada sama sekali sapaku kepadanya. Aku begitu kaku dan dingin menyikapi hubungan yang seharusnya (kubuat) menghangat. Bodohnya aku. Ada perasaan cemburu saat Rusnita dapat bercanda dengan yang lain. Cemburu buta, cemburu yang menguras hati.

Magrib, aku pulang ke kos. Hujan yang turun sedari tadi ternyata membuatku tertidur hingga selesai Isya’. Tanpa mandi, hanya cuci muka aku kembali ke Kampus. Kali ini tidak untuk kuliah. Seharusnya jam 18:40 ada kuliah, karena selain terlambat dan malas aku tak masuk kelas. Lagi pula pekan kemarin baru selesai UTS (Ujian Tengah Semester), jadi (biasanya) kuliah belum efektif. Berharap masih bisa menjumpai Rusnita.

Hujan masih turun dengan rintiknya, masih terlihat kendaraan milik Rusnita. Dia belum pulang, ternyata sedang ngobrol dengan Nisa di tempat parkir. Aku langsung ke dalam ruangan. Rupanya aku sedang malas ngobrol banyak.

Saat aku menuliskan pengumuman rapat Cyber Media, Rusnita berpamitan pulang. Sikapku masih dingin, aku sempat memandangnya dan kembali tertuju pada whiteboard. Sepulangnya Rusnita, Pres bicara padaku. Bahwasannya sebenarnya tadi Rusnita menunggu respon dariku saat ia berpamitan pulang. Pres menambahkan, bahwa tak sedikitpun tadi terlihat kepedulianku. Duh, semakin membuatku merasa bersalah.

Bohong Nit, seandainya tak ada yang ingin kukatakan. Dimalam sebelumnya, saat mengantarmu menuju tempat parkir. Sebenarnya ada yang ingin kusampaikan, setelah seharian tak bertemu denganmu. Tapi tak sempat kukatakan, karena dimalam itu kamu terlihat sangat lelah setelah seharian pergi plesiran dengan teman-teman UKM. Dan kubiarkan kamu pulang tanpa sempat aku katakan. Aku kangen. Aku ingin katakan bahwa aku kangen Nit., sungguh.

Tentang tak ada tutur sapa denganmu, pasti sedikit mengusikmu. Bukan maksudku demikian, karena tak ingin ceriamu memudar. Maafkan aku, Nit.


tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s