Antara Bos dan Mantan Bos

14 Juni 2010

Pagi sekitar jam 08.20 saat sedang istirahat setelah semalam begadang sift kerja, ada panggilan masuk dari nomer telepon lokal. Duh, siapa lagi ini? tanyaku dalam hati. Dengan suara datar  kutanyakan siapa gerangan orang yang menelepon.

Ternyata yang menelpon adalah Pakboz, Pakboz adalah panggilan akrab Mas Dinan, mantan bos saat aku bekerja dulu. Dia menanyakan sedikit kesibukan juga skripsiku. Aku menanyakan keperluannya, tumben telpon?😀

Mas Dinan memberitahukan bahwa dia akan membuka warnet lagi.  Pernah ditunjukkan kepadaku saat masih bekerja dengannya, letaknya di daerah Kelipang, Semarang. Untuk membicarakan lebih jauh lagi, Mas Dinan mengajak untuk bertemu. Aku sanggupi tanpa menmberitahu bahwa sebenarnya aku telah bekerja. Hal ini aku maksudkan bukan untuk membohongi atau apa, aku ingin mengetahui lebih jauh penawaran dari Mas Dinan sekaligus ingin bertemu. Sudah hampir satu tahun tak mendengar kabar darinya.

Aku langsung pergi ke Majapahit untuk menemuinya, selanjutnya bareng ke Klipang. Warnet sudah ready untuk beroperasi, tinggal pasang plang petunjuk dan neonbox. Segala sesuatu telah dibicarakan, dan akhirnya  kukatakan bahwa aku sudah bekerja dengan tempat kerja yang tak jauh dengan kos maupun kampus. Ini berebeda jika aku harus ke Klipang, memakan biaya dan waktu pastinya. Soal transport, Mas Dinan itu bisa dibicarakan. Dia menawarkan, aku bisa tinggal diwarnet sehingga tidak perlu kos. Memang sebenarnya warnetnya ini dalam kompleks perumahan, jadi ada tempat untuk istirahat.

Aku tetep mempertimbangkan biaya dan efisiensi waktu, aku masih punya tanggungan harus ke kampus meski sebenarnya nggak setiap hari. Jarak dan waktu tempuh yang lebih dari setengah jam jika menggunakan kendaraan pribadi, bahkan bisa satu jam jika menggunakan bis. Belum lagi konsekuensi kurangnya waktu bertemu dengan teman-tema satu organisasi.

Mas Dinan juga ngomong, dia nggk maksa tapi hanya berharap. Hahahah… Ngomongmu pinter Bos (Pakboz), jawabku. Aku sudah terbiasa bercanda dengan Mas Dinan.

Aku juga menanyakan alasan mengapa tak memilih mencari operator atau rolling sift dengan dengan warnet yang lainnya. Ternyata Pakboz punya jawaban sendiri, dan jawaban ini membuatku sedikit terharu. Mas Dinan percaya denganku. Puji Syukur, Alhamdulillah. Aku tak bisa memutuskan seketika itu, aku minta waktu untuk menjawab.

Bukannya bisa langsung dijawab tidak? Kan sudah bekerja. Alasanku memilih mempertimbangkan karena ditempat sekarang aku bekerja sift kerja yang membuat waktu istirahat berkurang dan tidak efektif. Hal ini pernah aku bicarakan kepada Bos dan belum ada reaksi. Dan juga sejak awal aku menargetkan diri mencoba bertahan tiga bulan, dan ini jalan bulan ketiga. Akhir bulan ini apabila tetep tidak ada perubahan mungkin aku mencoba mengundurkan diri atau tetap bertahan hingga kapan nanti memutuskan untuk mundur.


tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s