Kata Mutiara berbunyi: ASU!

Tadi malam aku telah bertemu dengan temanku yang mengirimkan SMS di malam sebelumnya. Tanpa harus bertanya dia menghampiriku, kemudian bercerita. Ternyata dugaanku salah! tapi tidak benar-benar salah. #bukanpembelaan

Di malam itu temanku, sebut saja Tari berseteru dengan orang yang juga aku kenal, sebut saja Imel (meski  nama sebenarnya). Semua bermula dari percakapan traktir-mentraktir, kebetulan di bulan Desember ini Imel berulang tahun. Jangan tanyakan yang keberapa, @begobet aja gak tau.

Di Klub Internet, tempat biasa aku dan teman-teman nongkrong. Semua teman-teman yang ada waktu itu memberi ucapan selamat kepada Imel. Aku bertanya kepada Tari, ‘kok aku gak tau ya? kan biasanya kalo malam aku selalu nongkrong‘. Tari cuma jawab gak tau. Yasudah ceritanya dilanjut. Akhirnya Tari salaman terakhir, mungkin dia baru dari belakang atau sibuk benerin eye shadow yang dipasang dihidung biar kelihatan mancung. Kok eye shadow dipasang di hidung? kalo Tari ditanya dia pasti narik-narik hidung dan bakal jawab ‘yang penting kegunaan dan manfaatnya.’ #plak kapan lanjut ceritanya? :O

Terjadi sebuah dialog, ini versi yang kutangkap dari Tari. Gak boleh protes, protes saduk!
“Selamat ulang tahun”, Tari nyengir berharap hidungnya kelihatan mancung
“Terima kasih, mana kadonya?”, jawab Imel sambil cipika-cipiki
“Udah gede kok minta kado”, kata Tari sambil mengelus hidung
“Yang ku ajak makan yang ngasih kado aja” jawab Imel sekenanya, entah serius atau bercanda.
*Udahan obrolannya, malas ngetik*

Setelah itu Imel bersama beberapa teman yang lain mau pergi keluar. Disinilah mulai terjadi kericuhan. Aku males cerita penyebabnya apa, yang pasti Tari melontarkan ’emang aku bullshit, dan mulutku jelek banget tapi seenggaknya aku enggak menjilat ludah sendiri!’

Imel menjilat ludah sendiri? Emang dia ngapain?

#DYARRRR!!!! ternyata ini sindiran Tari kepada Sita yang sering jalan bareng dengan Imel. Who is Sita? dia mantan gebetanku. sekian #itusaja. Kemudian bla…. bla… bla… bla….. cerita Tari yang menurutku gak penting. Sampai akhirnya Imel bilang ke Tari, ‘kasihan tu Cak di kos dicuekin anak kos.’

ASU! kata mutiara ini yang keluar dari mulut saya. Bukan sebuah makian tapi ungkapan jujur yang nyeplos begitu saja. Protes? elo aja kadang reflek nyeplos MONYET dan gue gak protes, padahal gue gak ngapa-ngapain elo. *sumpah kalo ini nyindir*

Cak itu siapa? Cak satu kos denganku, karena dia dari Madura oleh anak-anak dia dipanggil Cak. Statusnya sekarang berpacaran dengan Sita. Karena resmi pacaran, Cak-lah yang menjadikan status diriku ‘Mantan yang ngegebet Sita’. Kok malah bahas Cak? ASU kan!

Seketika itu aku memang misuh dihadapan Tari, aku yakin dia paham aku tak bermaksud misuh kepadanya. Aku merasa jengkel kenapa Imel harus membawa-bawa anak kos? Aku yang ndiemin Cak. Terus apa masalahnya dengan Imel? Apa karena, Imel teman Sita, dan Sita pacar Cak. Jadi sebagai pacar Sita harus tau apa yang dialami Cak, kemudian Sita cerita kepada Imel temannya. Ribet? Ternyata tuh cowok ember! tiba-tiba aku membayangkan ketika Cak mengadu kepada Sita sambil menggelendot manja: ‘yang ayang, aku dikos dicuekin si El. gak cuma El, teman-teman yang lain juga nyuekin aku’. Dengan sabar Sita mengusap kepala sang kekasih ‘sabar ya, mungkin ini yang harus kita hadapi. Sekalipun hujan turun di musim kemarau cintaku tetap untukmu sayang’. *maaf percakapan tidak dilanjut, demi menjaga agar imajinasi tidak rusak dan ibu hamil tidak keguguran*

Apa yang terjadi di Kos kenapa harus sampai ke telinga orang lain (Imel)? Apapun alasannya aku menilai itu tindakan ember! Dan akupun menerima resiko jika yang bersangkutan keberatan aku bilang ember. Gayung aja mungkin, yang lebih ringan. Suatu waktu jika Imel atau siapaun yang tidak aku inginkan menanyakan tentang hal-hal yang tak ada kaitannya dengan pribadinya, aku akan ……. *ah sudahlah, males kalo ada yang ember*

Untuk menghindari makian yang lebih panjang, postingan ini dicukupkan dulu. Aku akan bercerita tentang ‘menjilat ludah sendiri’ dan mengapa suasana kos begitu dingin meski kos tak ber-AC. Sekian

*siapapun berhak untuk menduga dan ‘ge-er’ sekalipun*

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s