Setelah Tuhan, Teman, Lalu?

Minggu ini adalah minggu terakhir jelang Ujian Akhir Semester (UAS) di kampus saya, itu tandanya deadline skripsi semakin dekat dan semakin mepet. (pegang kepala) Program aplikasi belom selesai, masih banyak kekurangan. Setelah bimbingan terkahir dua minggu lalu, belum ada sedikit kemajuan program yang dibuat. Bukan membuat saya semangat, malah bikin saya kalap. Why? Belum ada kemajuan dengan apa yang dioprek membuat saya malah malas, berbuat tapi hasilnya sama. Capek bro! Mungkin ini naif, pengen skripsi selesai tapi malas, tapi begitulah faktanya melakukan sesuatu tapi tidak merubah hasil sedikitpun rasanya nyesek.

Saya sadar apa yang saya lakukan masih kurang, sekuat tenaga saya paksa untuk mengikuti. But, saya merasa lelah. Mengadu kepada Sang Pencipta lalu kemana? Pasti menghubungi teman yang dianggap bisa membantu.

Kemarin hujan-hujanan ke kampus sebelah untuk belajar, ternyata si teman lagi makan diluar bareng teman-temannya. Sambil menunggu hujan malah jadi bad mood, mungkin karena kemaleman. Gagal.

Saya pun menghubungi teman saya yang juga seorang developer Android. Beberapa hari ini gagal saya hubungi, semacam nonaktif. Bisa dibilang saya berharap teman saya yang ini bisa bantu saya, bukan gak mau usaha tapi karena saya sudah merasa mentok dan dikejar deadline. Dia terlibat project Nusantara Beta, aplikasi peta lokasi wisata di Indonesia yang berbasis Android dan Blackberry.

Siang, teman saya ini tiba-tiba nongol di chat, saya senggol dan sampaikan keluhan saya. Siang ini dia ada waktu untuk ditelponya, katanya.


tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s