Sayang, Aku Datang :)

Aku belum pasti bisa datang di hari penting Sita, sidang skripsi. H-1 aku masih diluar kota dan belum meminta izin untuk cuti kerja. Kepada Sita aku mengatakan belum tentu bisa datang dengan alasan pekerjaan dan luar kota. Dia memaklumi tak menuntut agar aku datang, toh yang terpenting sekarang adalah kesiapan ujiannya daripada kehadiranku.😐 Setelah menuliskan postingan ucapan dukungan ujiannya, aku memberanikan diri meminta izin kepada bos untu cuti satu hari. Awalnya ragu untuk meminta izin, selain mendadak aku kerja di tempat ini belum genap satu bulan. Rasanya aneh baru kerja sebentar sudah minta izin cuti saja.

Rasanya nanggung jika izin libur sehari ke Semarang (hari Jumat) keesokan harinya kembali ke Solo untuk masuk kerja cuma SETENGAH HARI dan Minggu libur kerja. Pikiranku sempat berkecamuk, menimbang-nimbang izin cuti, ‘mending aku izin cuti sekalian ngurus NPWP hari Senin (13 Agustus), jadi punya waktu libur lama. Sabtu siang sampe hari Senin’ daripada bolak-balik Solo-Semarang-Solo dalam waktu yang menurutku singkat, jangan samakan aku dengan supir Bus Safari yang sudah terbiasa Solo – Semarang PP dalam sehari. *pijitin pinggang*

Setelah sempat mengalami galau, akhirnya aku tetap memutuskan izin cuti hari Jum’at. Dengan perasaan ragu, akhirnya aku menelpon bos yang sedang diluar kota. Aku mohon izin satu hari dengan alasan mengusrus NPWP di Demak, mengurus Jamsostek dan buka rekening BCA di Semarang. Bos menanyakan ‘ngantor lagi kapan?’ kujawab ‘Sabtu sudah ngantor,Pak’ (duh) padahal bisa saja aku meminta izin dua hari, sehingga liburku lebih lama hingga akhir minggu. Libur 3 hari bagi pekerja kantor adalah sesuatu bung! Aku sadar posisi, aku belum genap satu bulan (tepatnya kurang 3 hari) mana mungkin sudah minta neko-neko. Baiklah, aku rela bolak-balik Solo-Semarang PP demi seseorang padahal aku sadar kehadiranku bukanlah yang terpenting, dukungan dan doa dari jauh itulah yang menyemangatinya. Sudah tahu kehadiranku ‘nggak penting’ kenapa ngoyo juga? Aku masih bisa mengusahakan untuk datang, kenapa tidak?🙂

 Jumat pagi aku ke Demak untuk mengurus NPWP, perjalanan Semarang Demak yang hampir 1 jam terbayar dengan pengurusan NPWP yang super cepet, hanya 10 menit! Ah, untuk apa aku membanggakan, toh setiap bulan aku harus menyetor pajak ke kantong negara yang belum tentu jelas penggunaannya. Setelah mengurus NPWP kepikiran pulang sebentar ke rumah ortu di Welahan, kurang lebih 20KM dari kantor pajak Demak. Dengan pertimbangan belum selesai mengurus ini itu dan hari Jumat yang terasa pendek karena ada Jum’atan akhirnya aku memutuskan langsung kembali ke Semarang lagi. Sidang skripsi Sita adalah jam 14.00, jadi aku ke kampus setelah Jumatan.

Sesampainya di kantor Jamsostek Jalan Pemuda Semarang, aku coba menanyakan prosedur pengurusan. Pihak Jamsostek mengatakan biar pihak perusahaan yang mengurusnya. Akupun pergi ke BCA untuk membuka rekening, karena letak Bank beredekatan jadi tak membutuhkan waktu lama untuk kesana.

Jam di layar handphone sudah menunjukan pukul 12 lebih, dengan memacu motor lebih cepat aku menuju Masjid di kawasan Pleburan. Sesampainya di Masjid ternyata sudah mulai sholat, memarkirkan motor sembarangan dipintu gerbang kemudian ngibrit ke tempat wudhu. Sempat mengikuti sholat Jum’at meski tertinggal satu rakaat.

Setelah Jum’atan motor kupacu ke arah kampus dan berbisik lirih, ‘Sayang, aku datang’ :*

Catatan 10 Agustus 2012

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s