Teh yang Keberapa?


Sebetulnya saya bukan pecinta teh, saya lebih banyak mengkonsumsi air putih sesudah makan dan disaat senggang atau disaat pengen aja ataupun pengen banget. hahaha😀

Bukan berarti saya tidak suka teh, saya suka teh sekedarnya dengan takaran gula yang cukup (tidak tawar dan tidak terlalu manis). Setiap berkunjung ke rumah kekasih saya selalu disediakan teh yang menurut saya kemanisen, saya pun ‘protes’ kalo bikin teh jangan kebanyakan gula. Bukan berarti mas gak suka teh buatanmu lho.. hehehe *hugs* :*

Saat menulis postingan ini, saya masih ditemani segelas teh yang tinggal setengah. Setengahnya menguap ditelan lambung. Seharian ini hanya teh dan roti tawar yang masuk ke perut. Sarapan dan makan siang lagi-lagi teh dan roti tawar. Perut lagi gak bisa diajak kompromi, kemarin malam sempat kram perut, kalo dibandingkan dengan nyeri saat perempuan PMS lebih sakit mana saya juga gak tahu, saya belum pernah haid. Kira-kira seperti itulah ram perut saat PMS😛 Seharian belum makan nasi, masih ngidam roti tawar.

Saya habiskan teh, dan siap-siap beranjak menyeduh teh lagi. Entah ini teh yang keberapa yang saya buat untuk hari ini.