Andrea Hirata VS Damar Juniarto

Rencana penulis Andrea Hirata menggugat blogger Damar Juniarto menuai kicauan berisi kecaman dari warga Twitterland.

Bermula dari penulis novel tetralogi Laskar Pelangi itu terganggu oleh posting blog karya Damar melalui Kompasiana, berjudul “Pengakuan Internasional Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya” pada Rabu (13/2/2013).

Langkahnya yang ingin membawa masalah tersebut ke ranah hukum menarik perhatian banyak orang, terutama kalangan blogger yang juga aktif menggunakan media sosial Twitter.

Demikian bunyi berita yang saya baca di situs Solopos, saya pun penasaran dan ingin mencari informasi kasus ini.

Rasa penasaran timbul bukan karena saya penggemar karya Andrea Hirata, film atau novel Laskar Pelangi melainkan sebagai selebtwit pengguna twitter saya merasa syedih dan gagal😐 *dikeplak se-timeline, saya telat memperoleh informasi ini. Akhirnya saya search tulisan Damar Juniarto tersebut, mencari apa yang membuat dirinya dimusuhi Andrea Hirata.

Disebuah wawancara setelah karyanya Laskar Pelangi dinobatkan sebagai best seller dunia, Andrea Hirata mengungkapkan: “Hampir seratus tahun kita menanti adanya karya anak bangsa mendunia, tapi Alhamdullilah hari ini semua terbukti setelah buku saya menjadi best seller dunia,” (metronews.com)

Jika yang dimaksud Andrea adalah “bahwa hampir seratus tahun tidak ada pembuktian ada karya anak bangsa mendunia dan ini kali pertamanya karya anak bangsa” saya akan mengernyitkan dahi. Perasaan bangga dan sombong itu beda tipis, situasi yang membingkainya.

Saya jadi bertanya-tanya apakah dalam kurun seratus tahun kebelakang tidak ada tokoh sastra yang tak diakui dunia? Sayapun search nama Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) dan Chairil Anwar (1922-1949), dua tokoh sastra Indonesia yang lahir dan hidup dalam kurun waktu seratus tahun kebelakang. Apakah karya mereka belum mendunia? Pembaca yang budiman tahu jawabannya. Ini yang menjadi salah satu kritik Damar di tulisannya tersebut.

Selain itu Damar juga mengkritik sejumlah klaim Andrea terkait penerbitan novel Laskar Pelangi di luar negeri. Damar mengungkapkan Andrea Hirata melakukan pembohongan publik, bahwa novelnya diterbitkan oleh FSG. FSG adalah penerbit yang melahirkan karya penulis sastra hebat dunia serta pemenang anugerah sastra bergengsi Amerika Serikat Pulitzer. Berarti Andrea Hirata adalah penulis Indonesia pertama yang bekerjasama dengan FSG.

Sebagai seorang publisis Damar mencari informasi kebenaran penerbitan Laskar Pelangi di luar negeri. Damar menemukan fakta bahwa Laskar Pelangi dicetak oleh Sarah Crichton Books dengan judul The Rainbow Troops.

Damar berpendapat bahwa Andrea Hirata telah melakukan pembohongan publik, bahwa Laskar Pelangi dicetak oleh imprint Sarah Crichton bukan FSG. Informasi mengenai imprint dipotong dan diklaim bagian FSG hanya untuk kepentingan pencitraan (marketing), seolah-olah benar ada seorang penulis dari Indonesia yang telah kontrak dengan FSG.

Hal itu membuat Andrea Hirata geram dan akan menggugat Damar. Ia pun menggandeng Yusril Ihza Mahendra.

Yusril - Andrea Hirata

Blogger vs Penulis

Saya jadi teringat kasus Prita Mulyasari, seorang Ibu rumah tangga yang melawan RS Omni Internasional lantaran tak puas dengan pelayanannya. Ibu yang kini menjadi caleg saat itu mendapat dukungan besar-besaran dari dunia online. Modyar! ini komentar saya membayangkan jika tuntutan Andrea Hirata terhadap Damar Juniarto benar-benar terjadi. Ini pasti akan menjadi tontonan rame. *ngunyah popcorn*

Alangkah baiknya jika tulisan dilawan dengan tulisan, tidak mengadukan secara hukum. Yusril menanggapi bahwa kasus ini belum perlu dibawa ke ranah hukum, ia menginginkan kasus ini diselesaikan secara damai dengan cara klarifikasi berdasarkan data dan fakta. Semoga kasus ini dapat selesai dengan damai, sama-sama bijaksana dalam menyikapi. Pun saya rela tidak menikmati popcorn sampai habis karena kasus ini selesai dengan baik😀

Baca juga:
Agus Hermawan: Andrea Hirata Menjawab: Penulis Indonesia Mencari Keadilan
Damar Juniarto: Pengakuan Internasional Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya


2 thoughts on “Andrea Hirata VS Damar Juniarto

  1. Betul.. Tulisan lawan tulisan lah… Proporsional, gitu. Ini kan sebetulnya cuma masalah beda perspektif saja… *sok tahu* Saya ngikut kata Sapardi saja, pengarang telah mati, dan tulisan yang sudah beredar adalah milik khalayak yang boleh ditafsirkan apa saja atau termasuk sebagai apa..
    Eh tapi bener, gara-gara penasaran, saya juga sampai ikutan loncat ke sana-sini cari pangkal masalahnya apa😀

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s