Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Konsisten

Buku Kas yang sudah saya beli delapan bulan lalu, teronggok begitu saja dipojok kamar. Kasihan banget, mau saya ajak ngobrol takut kena resiko. Resiko dikira stres.

Awal-awal dulu, hubungan kami (saya dan buku kas) terbilang harmonis. Hampir setiap hari menjelang tidur saya menyapa, menuliskan sejumlah pengeluaran dihari itu. Tapi karena kesibukan dan banyaknya yang harus ditulis membuat saya aras-arasen menyentuh Buku Kas tersebut. Bukan bermaksud mengabaikan, dengan alasan jika ada satu atau dua hari jumlah pengeluran tak tercatat, rasanya percuma menuliskan. Nama juga catatan pengeluaran bulanan, kalo ada pengeluaran gak dihitung sama aja gak boong dong, gak valid. Ah itu mungkin itu pembelaan saya.

Saya selalu meniatkan akan mencatat pengeluaran mulai awal bulan. Niatan itu sudah muncul beberapa bulan lalu. Faktanya? Alih-alih bisa mulai konsisten lagi, awal bulan berlalu begitu saja. Buku Kas tak terjamaah juga. MaafkanšŸ˜„

Dengan ini saya niatkan … hmmm kok berasa akad nikah yaa *hening*, sepulang kerja malam ini saya akan memulai menjamah Buku Kas Saya lagi. Sabar menanti ya, Nak :*

Menentukan tenggat waktu tidak harus di periode tertentu (harus mulai di awal, di tengah atau di akhir), lakukan lah sekarang jika kamu bisa. Atau tenggat waktu berlalu begitu saja (lagi).

Ya, tidak ada kata terlambat untuk (kembali) konsisten.


2 thoughts on “Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Konsisten

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s