Baik-Baik Sayang

Jam diujung kanan bawah laptop menunjukan pukul 19:09, aku bersiap-siap untuk pulang. Tiba-tiba hati ini tergelitik, memikirkanmu. Sedang apa kau disana? Kubuka WhatsApp, obrolan kita terakhir baru tiga jam yang lalu. Hingga sepuluh hari kedepan ‘last seen’ WA-mu akan tetap seperti itu.

Aku masih terngiang dengan obrolanmu

‘ini HP udah mau dikumpulin.. Abis ini aku off-in yak. Maaf 10 hari gak bisa kasih kabar sama perhatian’ deg..
‘minta doanya aja biar aku disini sehat terus sama kuat..’

Iya, 10 hari kedepan untuk sementara aku gak komunikasi dengan kamu. Kamu mengitu diklat selama 50 hari, dimana 10 hari pertama peserta diklat gak bisa komunikasi dengan dunia luar. Dan selama itu tak ada kabar yang kudengar dari kamu, pun tak ada kabar dariku yang kau dengar.Mungkin benar kata orang, berdoa adalah cara kita untuk saling memeluk.

Mas, selalu berdoa semoga kamu selalu diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusannya. Baik-baik disana ya Sayanggg.

Solo, 12 Nov 2014. 19:33


tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s