Tak Perlu Ada Perayaan

Beberapa hari yang lalu saya mendapat undangan untuk menghadiri acara ulang tahun sebuah majalah organisasi kampus. Sebut saja Cyber Media alias Cymed.

Saya pernah dua tahun nguli di Cymed, selama itulah saya mencoba menghidupkan majalah yang sempat mati suri. Saya tak sendiri, ada tim redaksi yang setia terus mendampingi meski kadang timbul rasa berat hati. Wajar, karena tak ada upah atas setiap keringat yang keluar kecuali rasa peduli dan keyakinan bahwa majalah ini memiliki nilai jual. Mempunyai cita-cita majalah ini berada di deretan majalah dibtoko buku, setiap edisinya menyebar ke kampus-kampus di Semarang.

Setelah lulus kuliah saya tak lagi masuk struktur redaksi, ditambah lagi saya kerja diluar kota sehingga intensitas terhadap Cymed semakin berkurang bahkan hilang….

Meski jarak dan waktu tak memungkinkan, dalam hati ini tetap ingin melihat Cymed lebih maju dalam menghasilkan karya. Upaya untuk masuk memberi masukan atau saran sudah pernah dan terus saya lakukan, bahkan mungkin mereka yang sekarang berada di kursi redaksi jenuh dengan ocehan ini. Mungkin.

Tangan ini terus berupaya menggapai, meraih dan merangkul mereka yang sekarang aktif di redaksi. Tujuan saya adalah duduk bersama, tukar fikiran atau ide tentang Cymed serta payudara asmanya (tetek bengek). Tak ada sekat atau suasana formal yang terlihat, semua mengalir begitu saja namun serius. Kenyataannya yang terjadi semua terlihat formalitas dan basa-basi.

Sudah beberapa kali tulisan panjang saya tentang Cymed saya posting, mungkin ini tulisan terakhir saya tentang Cymed. Bukan bermaksud mendramatisir atau terserah jika ada yang bilang lebay, yang pasti saya sudah mulai lelah membicarakan/ mempedulikan Cymed.

Mulut sampai berbusa, rambut sampai rontok sekalipun tak mengubah roh redaksi saat ini. Untuk mereka yang pernah berada di kursi redaksi, apalagi yang saat ini aktif jangan merasa kecil hati tentang anggapan saya ini. Ini hanya kicauan yang tak ada artinya, yang tak ada pengaruhnya dengan kemudi redaksi.

Pernah suatu ketika saya membicarakan Cymed pada masa saya dan tim bergotong royong mendiskusikan Cymed hingga larut malam bahkan shubuh. Jawaban mereka ‘jaman dulu beda mas sama jaman sekarang (jadi jangan disamakan)’ jleb.. oke fine! kalo emang beda formula apa yang sudah kamu upayakan? apa yang sudah coba diterapkan? bagaimana komunikasimu terhadal mereka yang pernah berada di kursi redaksi? pertanyaan yang tak perlu dijawab, lihat saja bagaimana Cymed sekarang. Jawab dalam hatimu ‘bangga menjadi bagian Cymed? hal apa yang bisa kamu banggakan dari Cymed?’

Maaf, jika saya emosional karena memang saya merasa emosi saya sebagian terletak di Cymed, setidaknya ikatan itu ada sampai tulisan ini selesai ditulis. Kepada rekan-rekan yang saat ini berada di kursi redaksi, atau siapapun nanti. Buatlah Cymed menurut kehendak hatimu.

Hari ini Cymed dirayakan berusia 5tahun, namun saya akan memperingatinya 20 Juli mendatang. Karena pada tanggal itulah Cymed diresmikan (re-launching).

cyber media internet club unisbank semarang

Cymed tak perlu dirayakan dengan hingar bingar, pendapat saya dirayakan dengan khidmat, sederhana di barengi dengan karya. Hingar bingar, irisan kue ultah, dan nyala lilin akan berlalu begitu saja.