Puisi dari Pelaju

Sudah dua tahun saya ber-PJKA, setiap weekend mudik untuk betemu keluarga. Istilah PJKA tak asing bagi mereka yang punya rutinitas setiap minggu mudik untuk bertemu keluarga. Bagi mereka PJKA memiliki arti Pulang Jumat Kembali Ahad hehe. Setiap hari Jumat mereka mudik dan Minggu-nya (Ahad) kembali lagi ke perantauan untuk bekerja. Sebagian besar orang yang PJKA adalah meninggalkan ibu kota untuk menemui keluarga yang tinggal di daerah. Kebalikannya dengan saya, karena saya malah ke ibukota Hehehe

Saya menjalani PJKA sejak pacaran jarak jauh (LDR), iya saat itu saya masih kerja di Solo sedangkan kekasih di Bekasi. 1-2 bulan sekali saya berkunjung ke Bekasi, kemudian berubah 2-4 minggu sekali karena saat itu kami harus mempersiapkan kebutuhan pernikahan kami. Dan kini menjadi rutinitas sejak istri saya hamil dan kini dikaruniai anak🙂 Terkadang saya absen PJKA karena ada tugas kantor atau ada hal yang harus dikerjakan disini.

Tiket PP PJKA kalo dinominalkan memang lumayan, bisa buat tabungan pastinya. Saya pernah berkelakar dengan seorang pelaju yang sudah 5 tahun ber-PJKA, kalo tiketnya dijejer-jejer panjangnya bisa kayak kereta😀 Bagi para pelaju (pelaku PJKA) pasti punya alasan tersendiri mengapa memilih jalan ini. Meninggalkan suami/istri dan anak.Saya salut kepada mereka yang PJKA lebih lama dari saya..
yang PJKA jaraknya lebih jauh dari saya..
yang PJKA usia jauh diatas saya..

pjka-pulang-jumat-kembali-ahad

Capek?
Iya, jujur melakoni PJKA itu nggak sesimpel berangkat naik kereta, ketemu keluarga besoknya pulang naik kereta lagi. Selalu ada hal-hal:
–  Begadang hunting tiket mudik, terutama untuk libur lebaran dan libur panjang. Apalagi tiket kereta api sudah bisa dipesan H-90.
-Kereta telat
– Ongkos parkir di stasiun yang tarifnya bisa 1/2 dari harga tiket kereta ekonomi. Dua kali parkir disini bisa buat beli satu tiket kereta. Hal remeh temeh seperti ini pun bisa jadi di benak para PJKA.
– Helm hilang, kalo ini curhat.
– Lari-larian nyebrang antar peron demi nggak ketinggalan KRL
– Gangguan sinyal, yang dimaksud disini bukan sinyal hape tapi sinyal rambu-rambu kereta. Kalo sudah kayak gini imbasnya kereta telat datang otomatis kereta telat berangkat.
– Gerbong kereta yang berisik. Bukan berisik suara lokomotif tapi ada penumpang yang ngobrolnya kenceng gak kira-kira. Ada juga penumpang yang nyetel lagu dengan nge-load speaker. Berasa naik bis pantura deh.
– dan masih banyak lagi.

Nggak selalu menyebalkan sih, pelayanan petugas yang ramah nan sigap sudah menjadi standar pelayanan yang memuaskan. AC kurang/ terlalu dingin, AC bocor, lantai becek akan dengan sigap diatas oleh petugas. Jika Anda naik kereta dan menemui kendala colek saja petugas yang hilir mudik, mereka siap membantu🙂

Walaupun sudah menjadi rutinitas tiap minggu, bukan berarti badan ini kebal terhadap rasa capek. Punggung kami nggak kapalan, kami masih bisa merasakan sandaran kursi keras. Tidur dalam posisi tegak sepanjang perjalanan.
Kalo pengen kursi empuk bisa naik pesawat atau naik kereta kelas eksekutif, jika itu perjalanan dinas yang dibiayai kantor pasti saya pilih.
Berangkat Jumat malam, sampai rumah dinihari. Disambut wajah lugu nan lucu si buah hati sebagai obat capek. Maafkan abahmu nak, belum bisa siaga 100%. Kadang saat menimangmu pun abah sambil merem karena masih mengantuk.
Satu hal yang membuat para pelaju betah ber-PJKA adalah dengan cara menikmatinya. Ini adalah fase dan ritme yang harus (sedang) dijalani, jalani saja, jalanilah.

Untuk para pelaju (pelaku PJKA) semoga selalu diberikan nikmat kesehatan dan nikmat syukur atas rezeki yang diperoleh. Sapa saya jika kita berpapasan, sapa saja jika bertemu orang bertopi ‘PJKA’ ini🙂

Keretaku..
 kau adalah saksi para pelaju
 yang menggadaikan sedikit kebahagiaan yang bernama konsekuensi
 semua demi kebahagiaan yang dinamakan cita-cita dan keluarga
 bersamamu kutitipkan rindu..
 bersamamu jua kujemput rindu..

8 thoughts on “Puisi dari Pelaju

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s