PJKA Hampir Berakhir (?)

Sebenarnya tulisan ini pengen saya publish di akhir tahun 2016, karena tanggal 31 Des 2016 bertepatan dengan weekend maka saya urungkan untuk posting. Saya lebih memilih momong Khaleef, iya karena weekend adalah satu-satunya waktu saya bermain bersamanya. Semoga hal ini segera berakhir, berganti dapat bertemu dengannya setiap hari, amin 🙂

Saya benar-benar ingin menikmati weekend terakhir di tahun 2016 lalu, pasalnya per Januari 2017 saya pindah kantor dimana di kantor baru ini 6hari kerja. Jadi saya hanya punya waktu 1 hari untuk mudik ke planet Bekasi. Yang biasanya saya Jum’at malam sudah didalam kereta, mulai tahun ini tak bisa lagi. Sedih memang waktu bertemu keluarga semakin berkurang. Apakah saya egois mengorbankan keluarga demi sebuah pekerjaan? Salah jika mengukurnya dari situ. Saya melihat ini sebuah kesempatan untuk berkarir (baca: mencari rezeki). Ini bukan soal menomorduakan keluarga, untuk mereka para pelaju dan perantau pasti paham dengan hal ini. Mereka rela tidak bertemu keluarga demi sesuatu yang dinamakan ibadah, iya bekerja itu ibadah. Malah dalam pelajaran yang pernah saya dapati bahwa bekerja itu adalah jihad. Jika kamu pernah diiming2i jihad dijalan Allah dengan cara (maaf) ekstrim, banggalah bahwa dengan mencari rezeki yang halal insyaAllah itu sudah jihad. Jihad seseorang itu beda-beda. Wallahu a’lam

Kembali tentang weekend, di weekend kemarin rasanya pengen selalu gendong Khaleef. Iya jujur walaupun kaki berasa pegel, tapi rasanya pengen tuh anak selalu dipelukan saya. Duh saya tiba-tiba jadi mellow 😦 apalagi Khaleef ini lagi sakit panas, kabar terakhir sih udah adem. Sehat terus ya, nak.

Saya masih memilih untuk berkarir di Semarang, banyak teman yang bertanya ‘pindah ke Jakarta?’, ‘kok gak pindah ke Bekasi aja biar bisa bareng istri’ dan masih banyak pertanyaan lainnya. Saya belum mau hijrah ke ibukota karena saya dan istri menginginkan akan tinggal di satu kota, dan kita menyepakati kota Semarang. Dan kami menunggu surat sakti ‘pindah ikut suami’ dari kantor istri. Jika saya harus ke Jakarta, jika suatu saat keinginan istri di-acc maka saya harus mencari kerja lagi di Semarang. Malah apesnya jika keputusan saya kerja di Bekasi/ Jakarta malah menghambat keluarnya surat sakti tersebut. Lha gimana bisa pindah ikut suami, orang suaminya satu kota dengan istri. betul nggak? Pokoknya bismillah aja. Semoga di tahun ini sekeluarga bisa kumpul di satu kota. Amin

Rutinitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) memang belum benar-benar berakhir, tetap dinikmati, yihaaa! Kalo biasanya tanggal merah di hari Sabtu itu nggak ngaruh, sekarang berasa banget. Haha, oia akhir bulan libur Imlek dan bertepatan dengan hari Sabtu, Alhamdulillah tiket mudik udah di tangan.

Selamat tahun baru temans, semoga niatan dan harapan baik di tahun ini dapat terwujud. Amiiiin 🙂

topi ini tetap dipakai walaupun mudiknya tak lagi hai Jum'at :P
topi ini tetap dipakai walaupun mudiknya tak lagi hai Jum’at 😛
Advertisements

10 thoughts on “PJKA Hampir Berakhir (?)”

tinggalkan jejak...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s